WelcoMe To Mr Wuijaya Blog

Selamat Datang
Welcome,
Huan Ying Ni

Di Blog Ku.
Mari Kita Bersama Sama Menulis apa saja yang bisa ditulis, Lampiaskan Semua Pemikiran-Pemikiran BesarMu Sebagai KaWula Muda Yang penuh Dengan Ide Kreativitas dan Daya Imajinasi.
Selamat Menulis, Jadikan Menulis Sebagai Tempat Berkreasi

Ekspresikan...Ide Mu.....................
Thank You All :)

Regard

Wuijaya

Kamis, 14 Juli 2011

Menyikapi 13 Tahun Perjalanan Reformasi ( Part 2 )

Bersambung...Part 2

Namun sangat disayangkan, Euphoria Reformasi, Demokrasi dan Kebebasan yang begitu membahana, Membuat kita lupa akan hakikat dan dasar dari Norma-norma yang sesungguhnya dalam memahami arti reformasi,demokrasi dan kebebasan tersebut. Dalam arti kata , kita kebablasan dalam memahami, mengartikan dan mengimplementasikan Reformasi,Demokrasi dan Kebebasan itu sendiri.

Reformasi berarti Perubahan Segalanya, Demokrasi Berarti Anarkis dan Rusuh, Kebebasan berarti Tidak ada larangan, semuanya boleh di lakukan. Tentu Itu adalah ketidaktepatan dalam menjalankan perubahan ini. Jika kita tidak berusaha untuk membenarkan apa yang keliru sedari awal, Maka kita akan sangat mengkhawatirkan Kebablasan ini akan menjadi Budaya Bangsa ke depannya.

Semenjak bangsa ini lahir dari rahimnya yang semula berasal dari kehidupan kerajaan, Penyatuan menjadi Bumi Nusantara, Masa Penjajahan, Mencapai Kemerdekaan, Mengisi Pembangunan hingga era reformasi saat ini, kita semua pasti setuju dengan semua pendapat dari pribadi maupun insan - insan yang pernah mengunjungi negeri ini bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah tamah, penuh dengan tata-krama, sopan santun.

Bangsa yang sangat menjunjung etika dan norma norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat majemuk ini. Pluralisme yang sangat kaya dengan keanekaragaman dijadikan satu kekuatan bukan menjadi seribu ganjalan. Sikap saling hargai menghargai, tolong menolong, tenggang rasa dan bergotong royong satu sama lain membuahkan kedamaian dan keselarasan dalam kehidupan yang berbhinekka tunggal ika.

Dengan melihat sedikit sejarah budaya bangsa ini, Tentu budaya kebablasan bukan corak utama Bangsa Indonesia. ukan watak asli Sang Saka Merah Putih. Semua itu sangat bertolak belakang dengan cita-cita seluruh Rakyat Indonesia. Kita seluruh warga bangsa, pasti bersetuju dengan Satu Kalimat “ Indonesia Harus Semakin Membaik dalam setiap Langkah Perjalanan Hidupnya “,. Tidak ada seorang pun yang ingin melihat bahkan membayangkan generasi penerus / anak cucu kita lahir dan hidup dalam satu iklim kehidupan dimana sebagian orang tidak lagi mengindahkan etika dan norma kehidupan manusia sebagai mahkluk sosial. Itu sama saja dengan mempersiapkan mereka untuk hidup di dalam kandang singa yang kelaparan, siap di mangsa kapanpun dan tidak pernah kenyang.

Negeri ini tidak bisa disandera oleh hal yang demikian. Cita-Cita Luhur dari Para Pendiri Bangsa tidak akan pernah padam oleh tantangan apapun. INDONESIA HARUS JAYA. Itu sudah Final sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu semua, maka sebelum segalanya menjadi terjadi, mulai sekarang mari kita belajar untuk bisa memainkan aturan yang sesuai dengan etika, pranata dan norma-norma sehingga reformasi, demokrasi dan kebebasan yang kita jalankan merupakan sesuatu hal yang Elegan, bermartabat dan bernilai tinggi. Bukan sebaliknya menjadi suatu barang murahan. Kita tentu mau menceritakan dengan rasa bangga kepada generasi penerus kita Kelak, bahwa kita menjadi salah satu bagian dari sejarah bangsa dengan turut serta mengawal perubahan besar bagi negeri ini, sehingga membuahkan hasil yang kalian rasakan hari ini. Kondisi dan iklim kehidupan yang sesuai dengan seluruh cita cita kehidupan berbangsa dan bernegara , pertanyaannya bagaimana mewujudkan sesuatu yang elegan dan bermartabat itu ?

Kita ketahui, berbagai gejolak yang ditimbulkan dalam era reformasi, demokrasi dan kebebasan ini, tidak terlepas dari andil andil seseorang, kelompok ataupun golongan . apa motivasinya?, Kita serahkan saja kepada Sang Penguasa alam untuk melihat dengan sejelas-jelasnya. Karna Kebenaran tidak bisa disembunyikan. Untuk itu, sudah saatnya kita menjadi seorang pribadi yang cerdas, berlogika, bernurani dan memahami dengan benar, mana sesuatu yang baik dan mana sesuatu yang tidak baik, walaupun ada embel-embel yang menggiurkan oleh sesuatu yang tidak baik tersebut. Kita bisa melihat dan mencermatinya dengan semua pertimbangan, sekali lagi demi kepentingan bangsa dan negara.

Yang tidak kalah pentingnya seperti yang sudah diuraikan diatas adalah Sandingkanlah Reformasi, Demokrasi dan Kebebasan dengan nilai nilai luhur budi pekerti Bangsa Indonesia. Perubahan demi perubahan yang dijalani warga bangsa, mesti terarah dan terukur, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat, Bukan malah perubahan membabi buta tanpa ada perencanaan, serba memburu hasil instan. Dahulukan dialog yang elegan dan bermartabat untuk menyampaikan pendapat dan mencapai mufakat, ambilah keputusan yang berazas gotong royong dan demi kepentingan bersama. Bukan malah mendahulukan otot daripada pikiran bersih. Berbuat anarkis dengan menunjukan kekuatan masing-masing pihak. yang mana pada akhirnya menjurus pada kekisruhan yang berujung pada kerugian dan penderitaan bagi pihak-pihak yang terlibat maupun tidak terlibat.

Anugerah Kebebasan yang didapat, tentunya adalah Kebebasan yang bernorma dan beretika. Kebebasan yang Bertanggung jawab, Kebebasan yang Beraturan, dan Kebebasan yang Sehat. Jika semua nilai nilai diatas dihiraukan, maka jangan heran kebebasan tersebut akan menjadi kebebasan Primitif. Kebebasan yang akan menghancurkan Peradaban.

Oleh karena semua sebab dan akibat yang terurai diatas, marilah kita semua, menjadikan Perjalanan Reformasi,Demokrasi dan Kebebasan Negeri yang kita cintai ini menuju ke titik labuh yang terang benderang masa depannya. Kita kayuh bersama Bahtera yang Bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju satu daratan yang penuh dengan kehidupan yang beradab. Kehidupan yang dapat menjamin Generasi Penerus kita untuk mendapat hak hidup sebagai layaknya manusia yang Berakal, Beradab dan Bernurani. Untuk mewujudkan semua ini, bukan hanya tanggung jawab Putra Putri Bangsa yang sedang menjalankan amanah, Namun Ini adalah Tanggung Jawab dari Seluruh Rakyat Indonesia. dari sabang sampai merauke, dari pulau ngias hingga Pulau Rote. Jadikanlah Proses Tranformasi Bangsa ini, menjadi salah satu Sejarah Emas yang akan dikenang Sepanjang Kehidupan Peradaban Manusia Modern.

“ Mau jadi apa Bangsa ini, Kitalah yang menentukan, Bukan Orang lain, Bukan Bangsa lain “

Salam Reformasi, Salam Demokrasi , Salam Kebebasan.

Jayalah Indonesia.

Regard


Wuijaya