Halo semua sahabat luar biasa.
Salam Spirit Untuk Semua Kawula MudaApa Kabar ?, Semoga Selalu sehat, Semangat dan Terus Berkarya
Baiklah Sahabat Luar Biasa..
Lama sekali rasanya tidak memberikan Opini Berupa artikel ke dalam blog ini ya..
Untuk itu dalam kesempatan kali ini, Saya akan menyuntikan sebuah Artikel tulisan yang berhubungan dengan peristiwa teranyar yang terjadi dibelahan bumi lainnya,
Marii Kita Jelajahiii.....
Semua sahabat luar biasa, Kita sebagai Masyarakat Indonesia dan termasuk dalam Bagian dari Masyarakat dunia, tentunya pada waktu waktu terakhir ini mengikuti perkembangan - perkembangan peristiwa yang tidak kita sangka dan diluar dugaan kita sebelumnya. Sebagian besar dari kita pasti Melihat, Mendengar, Membaca, Memperhatikan dan menelaah dengan sangat jelas dan baik mengenai Dinamika-dinamika yang terjadi didunia terutama kawasan bagian timur tengah. Hampir setiap hari kita disodori Berita dan informasi dari media, mengenai Peristiwa teranyar yang terjadi di Benua yang penuh dengan Sumber daya alam minyak bumi ini, Yang mana Konon katanya hanya dengan mencangkul saja, Semburan emas hitam ini langsung keluar dari kulit bumi. Itulah berita dan informasi mengenai aksi demonstrasi yang berubah menjadi people Power untuk menghentikan jabatan seorang Kepala Negara yang telah diduduki lebih dari 3 dekade. Itulah serangkaian dinamika yang terjadi di Negeri Firaun, Negeri dimana bangunan bangunan raksasa Seperti piramida dan spinx berada, Negeri yang mempunyai Universtias Islam tertua didunia dan tentunya banyak lagi hal lainnya yang tentu tidak kita bahas disini.
Pergejolakan yang terjadi di Negeri “Cleopatra “ ini, Merupakan Akumulasi dari berbagai peristiwa dan kondisi yang secara tidak sadar datang secara beruntun dan tepat waktu. faktor yang menduduki posisi puncak sebagai salah satu penyulup Revolusi ini adalah, Peristiwa Heroik yang terjadi di negeri Sebelah dari Pemilik Terusan suez ini. Seorang Anak Manusia Yang Berjuang Untuk Terus mempertahankan Kelangsungan Hidup dengan Berjualan keliling Menggunakan sebuah gerobak, didalam kondisi ekonomi Negara yang sedang terpuruk. Namun di suatu saat, tidak tahu alasannya mengapa, Gerobak Yang menjadi satu-satunya Aset dari pemuda ini di sita dan dirusak oleh Sekumpulan Pasukan Pemerintah. Bom Waktu yang berisi rasa Frustasi dan Kekecewaan yang tak terhingga Akhirnya Meledak. Tidak kuasa menghadapi Kondisi yang membuat ia Semakin Tertekan dan Terjatuh, ia pun Melakukan tindakan yang sangat Tragis Yakni Membakar dirinya Sendiri. Sontak, Informasi ini beredar ke keseluruh Negeri dan menyebabkan kemarahan Rakyat semakin membesar. dimana penyebabnya berawal dari tidak menentunya kondisi ekonomi didalam negeri, lapangan Pekerjaan yang seakan menutup diri, Harga pangan yang membumbung tinggi, Serta Keotoriteran dari pejabat yang menduduki Kursi Eksekutif tertinggi. Dan hasilnya, seperti yang kita lihat, Demonstrasi Skala Besar dengan tuntutan Mundur untuk Pejabat yang sedang memerintah merebak dimana-mana. Setelah berhari-hari aksi tuntutan ini berlangsung, apa daya, Pilihan yang menjadi Satu-satunya Pilihan Akhirnya diambil Pejabat terkait, yakni Mundur dan Meletakkan jabatan. Aksi massal untuk mengganti Rezim Pemerintahan ini, menjadi Pelopor Terbukanya Gerbang Revolusi di Kawasan Timur tengah. Tidak terkecuali Dinegeri “Sungai Nil “ ini. Masyarakat disana merasakan Kondisi yang hampir sama dengan keadaan dinegeri pemuda yang membakar dirinya tadi. Dengan Tuntutan yang hampir sama juga, Akhirnya aksi Massal pun Dimulai, Tertanggal 25 Januari 2011, Media Informasi Diseluruh dunia Berlomba-lomba Mengabarkan Kondisi terbaru Yang terjadi di Negara ini. Suasana Mencekam perlahan-lahan menyelimuti kota kota besar yang menjadi titik Sentral aksi demontrasi. Aksi Unjuk rasa yang berujung pada penjarahan dan Kerusuhan menyebakan Jam Malam diberlakukan dan Pihak Militer Turun Ke jalan untuk berpatroli. Kondisi yang serba tidak menentu dan mencekam ini, Memaksa Beberapa Negara yang warga negaranya ada dilokasi Ikut Kerepotan. Karna masing masing ingin menyelamatkan Warganya. Termasuk Negara Tempat kita Berpijak sekarang. Ribuan Warga Negara Indonesia dipulangkan sementara ke tanah air demi keselamatan Mereka. Apalagi aksi-aksi Yang semula Dalam koridor yang masih bisa ditangani, berubah Menjadi Aksi-aksi Kekerasan dan saling bentrok sehingga Menimbulkan Korban Jiwa yang tidak sedikit. Hingga Puncaknya, Jumlah demonstran Mencapai satu Juta Orang dengan Satu visi misi yakni Mengganti Rezim Pemerintahan. Pemerintahan Yang sedang Berjalan dalam Kekalutan luar biasa, Berusaha merubah dan Membuat kebijakan-kebijakan yang mendekati tuntutan Rakyat. Berbagai cara dilakukan seperti perubahan Undang-undang dan Konstitusi. Namun apa daya, Tuntutan Utama Dari Rakyat tidak Bisa ditawar lagi. Selama 18 Hari, Terhitung Semenjak dimulainya Aksi People power , Akhirnya Pada tanggal 11 Februari 2011, Sang Pemimpin Memutuskan Memenuhi Tuntutan Rakyat dari Negeri yang dipimpinnya Sejak tahun 1981 hingga 2011 Yaitu, Bersedia Melepaskan Jabatan yang dipegangnya sekarang. Keputusan ini diambil setelah beberapa saat Pihak Militer menyampaikan Pandangannya terhadap aksi rakyat ini. Apa yang dibicarakan dibalik Meja?, Tentunya sesuatu yang membuat Sang Presiden Merasa Kehilangan Kontrol atas Pasukan Pemerintah yang dalam pikirannya mampu Menguasai Keadaan. Tapi Fakta dan Kenyataan Berbeda Jauh dilapangan. Dan Penutupan layarnya ialah Redamnya Rezim Yang Telah memerintah selama 32 Tahun. Dan Akan berganti dengan Era Kepemimpinan Yang Baru.
Itulah Revolusi Jilid dua di Negeri yang menjadi Pusat Budaya dan political utama diwilayah arab dan timur tengah. Yang mana Sebelumnya Revolusi Pertama Terjadi Pada tahun 1952, Ketika Sistem Pemerintahan diganti dari Sistem kerajaan menjadi Republik.
Seperti Sebuah Susunan Kartu Domino Yang saling Berdempetan, Jika Satu Kartu Terjatuh, Maka akan berefek kepada kartu lain yang juga akan ikut terjatuh. Itulah Kiasan yang menjadi Kenyataan. Rakyat-Rakyat di Negara Tetangga Mereka, Bagaikan Termotivasi Untuk Mengikuti Gerakan aksi Massa Dengan Tujuan Yang sama. Aljazair, Yaman, Jordania, Suriah, Bahrain, Iran Dan yang terbaru Libya Bagaikan Korban dari Jatuhnya Kartu domino Pertama. Masyarakat di Negara-Negara Tersebut Seperti Terbangun dari tidur panjangnya. Dan tentu saja Jika Gejolak kawasan ini terus berlangsung , bukan tidak mungkin akan terjadi REVOLUSI SATU BENUA.
Rentetan Peristiwa diatas, Mengingatkan Kita Kembali pada Kejadian yang kurang lebih sama pada 13 Tahun Yang lalu, yang terjadi dinegeri yang kita cintai ini. Dimana Sebuah Rezim Telah Memerintah hampir 6 Periode, Penyebab lainnya Juga Hampir Mirip Yakni Krisis Keuangan Yang Memberi Efek Domino Kepada Semua Lini Kehidupan masyarakat. Benturan dan Bentrokan Yang sangat Menyedihkan itu, Telah menjadi Sebuah Memorial Kelam bagi Bangsa Indonesia. Korban Jiwa Tidak Terelakan, Sorotan dunia kepada Negeri ini Mencapai titik Beku. Banyak Orang Yang Berbicara Negatif Tentang Negeri ini. Kita nyaris masuk ke dalam golongan Negara gagal. Tetapi dengan Semangat seluruh Masyarakat Indonesia dan Kasih Rahmat Tuhan Sang Penguasa ALam, Yang masih Ingin Melihat Indonesia Berdiri Kokoh, Kita Perlahan dan Pasti Berhasil Meloloskan diri dari ujung Jarum Kehancuran. Kita Patut Bersyukur Karna kita diberikan kesempatan Untuk Belajar terlebih dahulu Melewati batu batu sandungan, tantangan dan rintangan. Dari sinilah kita belajar menjadi Bangsa Yang Kuat, Kokoh dan Berpengalaman. Dan Hasilnya Kita Lihat Sekarang ini, Walaupun Masih banyak Pekerjaan Besar, Namun Setelah 13 Tahun Semenjak Peristiwa Kelam itu, Bangsa Indonesia Menjadi salah satu Negara Yang masuk dalam Percaturan Dunia.
Nah, Sahabat Luar Biasa..Melihat Perkembangan Situasi Yang demikian, Tentunya Kita Semua Mempunyai Harapan agar Gejolak Yang terjadi dikawasan timur tengah ini dapat segera berakhir dan ditemukan jalan Keluar yang Terbaik. Jika Tidak, Maka Tidak hanya dikawasan Setempat yang merasakan dampaknya, Tetapi satu dunia Bisa Merasakan Efek Yang tidak menguntungkan Bagi Terciptanya Perdamaian Serta Kesehjateraan Penduduk Dunia. Selain itu Hendaknya Setiap Pemimpin, dimana saja, yang sudah menduduki Tahta Eksekutif tertinggi dalam kurun waktu yang cukup lama, Dapat belajar dari Peristiwa ini. Dengan Satu Kiasan “ Lebih baik Mencegah daripada Mengobati “ Dan satu lagi Yang tidak kalah Penting adalah terjaganya Stabilitas Kawasan Jika Revolusi Ini Berakhir. Semoga Mereka yang Memperjuangkan Era Pemerintahan Baru, Benar –Benar Mempunyai Tujuan Yang Mulia sehingga bisa membawa kebaikan Bagi Rakyat yang akan dipimpinnya Kelak..
Baiklah Sahabat Luar biasa, Demikian opini saya Mengenai Dinamika Yang Terjadi.
Mungkin ini adalah salah satu artikel Terpanjang saya ya..
Semoga Bermanfaat dan jangan Bosan ya..
Selamat Membaca
Jayalah IndonesiaKu, IndonesiaMu, Indonesia Kita Semuaa..
Best Regard
Tidak ada komentar:
Posting Komentar