Disore ini, Saya akan memberikan Sebuah Artikel hasil dari pemikiran kaum muda, yang diinspirasi dari Peristiwa-peristiwa yang sedang hangat-hangatnya disekeliling kita.
Untuk itu langsung saja, Kita masuk kedalam Yuk..
Cobaan Itu Kembali Menguji Ibu Pertiwi
Saudara-saudari sebangsa dan setanah air, yang saya yakin pasti mencintai Bumi pertiwi ini. Kita Ketahui dengan jelas, Sebuah peristiwa yang telah terjadi kurang lebih 10 Hari yang lalu. Sebuah kejadian yang tidak bisa kita prediksi dan kita perkirakan kapan akan datang, walaupun dengan menggunakan teknologi tercanggih yang ada di dunia ini. Kejadian ini meluluhlantakan Bumi Pertiwi bagian Barat, Tepatnya di Sumatera Barat, Padang, Indonesia.
Ya, Itulah Gempa Bumi, Sebuah Fenomena Alam Yang diakibatkan dari pergeseran lempeng bumi yang terus bergerak dari waktu ke waktu. Rabu, 30 September 2009, pukul 05 Sore. Tepatnya 44 Tahun Setelah kejadian Gerakan 30 September, Gempa Besar Berkekuatan 7,6 Scala Richter, Bahkan terakhir ini, direvisi ulang menjadi 7,9 Scala Richter, Mengguncang Wilayah Sumatera Barat, Padang. Negara-Negara yang mempunyai Teknologi canggih untuk mendeteksi Gelombang Raksasa yang kita kenal dengan tsunami Segera mengeluarkan Status Waspada kepada Negara-Negara yang ikut merasakan Getaran Gempa ini, Yakni meliputi Indonesia,Malaysia, Singapura dan Thailand. Tapi Puji Syukur, Tsunami yang ditakuti ini tidak terjadi. Provinsi Yang pada awalnya Merupakan salah satu Provinsi Yang menyimpan begitu banyak Objek Wisata yang Terkenal, Menjadi Babak Belur. Pemandangan Yang disuguhkan setelah Gempa ini Puas menyalurkan kekuatannya sungguh menyayat hati. Gempa Memang datang tanpa mengenal waktu, Ketika itu masih banyak Anak-anak yang mengikuti Kelas tambahan, Orang-orang lagi beristerahat di rumah. Tiba-tiba Getaran Besar Mengguncang. Gedung dan bangunan yang semula berdiri kokoh dan gagah, Tidak berdaya menghadapi Guncangan itu. Satu persatu Roboh dan Menimpa apa saja yang berada dibawahnya termasuk anak manusia. Bisa kita Saksikan sendiri bagaimana Kondisi Kota padang tak lama setelah Gempa ini Terjadi. Sebuah Pemandangan Yang Ironis.
Saudara-saudara kita yang berada langsung di Pusat kejadian, Tentu saja mengalami Shock Berat. Dalam Kehidupan Sehari-hari yang berjalan dengan tenang, Tiba-tiba harus menjadi Saksi dari sebuah Kehancuran. Masih dalam keadaan yang tidak menentu, Ancaman Tsunami Juga turut andil memperkeruh suasana Tegang yang sedang puncak-puncaknya.Untuk Itu Maklum, Kita Melihat Begitu Banyak Wajah Panik dan Cemas serta Tangisan yang mencekam.
Segera Setelah Mendapat Informasi Mengenai musibah ini, Jajaran pemerintahan pusat dan daerah dalam hal ini dikomando Wakil presiden, langsung menginstruksikan Menteri koordinator kesehjateraan rakyat dan menteri menteri terkait untuk menuju Lokasi Musibah. Sesampai dipadang Menko Kesra dan gubernur beserta jajarannya melakukan operasi tanggap darurat. Evakuasi terhadap korban-korban yang selamat. Bantuan Logistik, Obat-Obatan, Tenda-Tenda serta kebutuhan darurat Lainnya segera disalurkan. Kendala yang sering terjadi ketika musibah seperti ini terjadi adalah kurangnya alat alat berat yang bisa digunakan Untuk mengangkat atau pun membersihkan beton beton reruntuhan bangunan. Korban yang tertimpa pun mungkin bisa segera di tolong. Presiden yang baru pulang dari Boston juga segera meninjau lokasi gempa dan menginstruksikan untuk melanjutkan apa yang sudah dilakukan.
Solidaritas Rakyat Indonesia Seketika meledak. Pengumpulan Bantuan Berupa Dana, Logistik dan lain lainnya segera membanjir. Dalam waktu singkat berbagai kebutuhan pengungsi Bertambah dan meningkat. Dunia internasional juga tidak kalah cepatnya menyampaikan belasungkawa dan rasa duka, ada yang langsung menawarkan Bantuan Berupa Tenaga Ahli maupun Dana Rekonstruksi. Pemerintah Open Door Untuk Menyambut Tawaran bantuan Berupa Tenaga Medis dan tenaga ahli. Mereka Bersama Jajaran TNI dan Polri Bahu membahu Membersihkan Lokasi dan Berpacu dengan waktu menyelamatkan Korban yang selamat sebanyak mungkin. Berbagai peralatan teknologi canggihpun digunakan untuk Mempercepat proses pencarian korban.
Akibat yang harus diterima dari Bencana ini ialah Kehilangan Orang-orang yang dicintai dan Kerugian Materi serta Fisik. Itulah konsekuensi yang mengikuti setiap Bencana alam melanda. Data terakhir menyebutkan Hampir 800 orang lebih yang Meninggal, Itupun yang Masih Bisa ditemukan. Sedangkan yang belum dapat ditemukan Mungkin melebihi angka Yang diatas. Gempa Bumi yang diikuti Tanah Longsor ini memakan korban Jiwa yang diperkirakan mencapai 1000 Lebih, 2.223 Orang yang mengalami Luka Berat Maupun Luka Ringan, Mengakibatkan 240.347 Rumah Yang Rusak Berat,sedang dan Ringan, 3.108 Sarana Pendidikan Yang rusak berat,sedang maupun ringan, 125 Sarana Kesehatan yang Rusak, 390 Gedung perkantoran, yang rusak berat,sedang,ringan dan 49 Jembatan Yang diragukan kelayakannya. Diperkirakan Total kerugian Material Mencapai Rp 4 - 7 Triliun..
Akibat yang harus diterima dari Bencana ini ialah Kehilangan Orang-orang yang dicintai dan Kerugian Materi serta Fisik. Itulah konsekuensi yang mengikuti setiap Bencana alam melanda. Data terakhir menyebutkan Hampir 800 orang lebih yang Meninggal, Itupun yang Masih Bisa ditemukan. Sedangkan yang belum dapat ditemukan Mungkin melebihi angka Yang diatas. Gempa Bumi yang diikuti Tanah Longsor ini memakan korban Jiwa yang diperkirakan mencapai 1000 Lebih, 2.223 Orang yang mengalami Luka Berat Maupun Luka Ringan, Mengakibatkan 240.347 Rumah Yang Rusak Berat,sedang dan Ringan, 3.108 Sarana Pendidikan Yang rusak berat,sedang maupun ringan, 125 Sarana Kesehatan yang Rusak, 390 Gedung perkantoran, yang rusak berat,sedang,ringan dan 49 Jembatan Yang diragukan kelayakannya. Diperkirakan Total kerugian Material Mencapai Rp 4 - 7 Triliun..
Disini kita bisa melihat, Bencana Alam Merupakan salah satu jalan menuju Rasa Solidaritas Umat Manusia. Sudah Sejak lahir manusia diberkahi dengan rasa saling perduli dan tolong menolong. Itulah salah satu Pertumbuhan Jiwa Yang Positif. Tentu tidak ada dari kita yang senang melihat saudara-saudara di sana Yang terkena Bencana alam ini. Semua pasti Merasakan
kesedihan dan kepedihan yang sama. Itulah Sikap Yang Mesti Kita Pupuk Terus Sebagai salah manusia yang bersosial.
kesedihan dan kepedihan yang sama. Itulah Sikap Yang Mesti Kita Pupuk Terus Sebagai salah manusia yang bersosial.
Bencana, Bencana dan Bencana. Itulah Yang Mewarnai Bumi Indonesia Beberapa waktu terakhir ini. Tidak hanya di indonesia, Beberapa Negara tetangga juga akhir akhir ini kerap dilanda Bencana, Angin Topan, badai,dll. inilah suratan takdir yang tidak bisa kita tolak. mau tidak mau, suka tidak suka kita harus menghadapinya. Untuk itu marilah kita sikapi Bencana demi bencana yang terjadi dengan Pemikiran yang Positif, tidak menyalahkan siapa-siapa, apalagi menyalahkan Tuhan, Karna ini memang Fenomena alam Yang memang sudah harus terjadi.
Sekali lagi, Mari Kita Bersatu padu dan berangkulan Tangan, Agar Indonesia yang Kita Cintai ini Tetap berdiri Kokoh, Walau Badai dan Tantangan Kerap Menghadang. Tetap Tegar Indonesia, Dikala Jatuh Kita belajar untuk Bangkit, Dikala Susah Kita Belajar betapa indahnya sebuah Perjuangan dan disaat cobaan datang, kita belajar arti dari sebuah kesuksesan.....Bangkit, Bangkit dan Bangkit Saudara-Saudara, Hidup Harus Tetap Berlanjut..Kembali Berdiri dengan Kepala Tegak, Karna Kalian Semua Orang Hebat Yang Bisa Melewati Cobaan ini..
Bangkit, Maju Dan Maju..Indonesia
Sekali lagi, Mari Kita Bersatu padu dan berangkulan Tangan, Agar Indonesia yang Kita Cintai ini Tetap berdiri Kokoh, Walau Badai dan Tantangan Kerap Menghadang. Tetap Tegar Indonesia, Dikala Jatuh Kita belajar untuk Bangkit, Dikala Susah Kita Belajar betapa indahnya sebuah Perjuangan dan disaat cobaan datang, kita belajar arti dari sebuah kesuksesan.....Bangkit, Bangkit dan Bangkit Saudara-Saudara, Hidup Harus Tetap Berlanjut..Kembali Berdiri dengan Kepala Tegak, Karna Kalian Semua Orang Hebat Yang Bisa Melewati Cobaan ini..
Bangkit, Maju Dan Maju..Indonesia
Regard
Wuijaya